Ringkasan
PLTS on-grid tersambung ke PLN tanpa baterai dan paling hemat untuk menurunkan tagihan. PLTS off-grid berdiri sendiri dengan baterai untuk lokasi tanpa jaringan PLN. PLTS hybrid menggabungkan koneksi PLN dan baterai, sehingga energi siang bisa dipakai malam hari dan tetap ada listrik saat pemadaman.
Ringkasan perbandingan
| Aspek | On-Grid | Off-Grid | Hybrid |
|---|---|---|---|
| Sumber energi | PLTS + jaringan PLN | PLTS + baterai | PLTS + jaringan PLN + baterai |
| Baterai | Tidak perlu | Wajib | Wajib |
| Saat malam hari | Listrik dari PLN | Listrik dari baterai | Prioritas baterai, lalu PLN |
| Saat PLN padam | Mati otomatis (anti-islanding) | Tidak terpengaruh | Beralih ke baterai |
| Investasi awal | Paling rendah | Paling tinggi | Menengah–tinggi |
| Cocok untuk | Menurunkan tagihan, beban siang besar | Lokasi tanpa jaringan PLN | Cadangan daya & pemakaian malam |
PLTS on-grid
PLTS on-grid tersambung langsung ke jaringan PLN melalui inverter grid-tie. Listrik dari panel dipakai lebih dulu oleh peralatan, dan kekurangannya otomatis diambil dari PLN. Karena tidak memakai baterai, biaya investasi paling rendah dan perawatannya paling sederhana.
Hal yang perlu diperhatikan: sejak Permen ESDM No. 2 Tahun 2024, kelebihan listrik yang mengalir ke PLN tidak lagi mengurangi tagihan pelanggan baru. PLTS on-grid paling menguntungkan jika sebagian besar produksinya langsung terpakai di siang hari, misalnya di kantor, toko, sekolah, atau pabrik.
PLTS off-grid
PLTS off-grid sama sekali tidak tersambung ke jaringan PLN. Panel mengisi baterai pada siang hari, dan baterai menyuplai listrik pada malam hari atau saat cuaca mendung. Sistem ini dirancang dengan cadangan hari otonomi agar tetap menyala beberapa hari tanpa matahari penuh.
Off-grid cocok untuk pulau kecil, perkebunan, menara telekomunikasi, pos jaga, atau fasilitas di daerah yang belum terjangkau jaringan PLN. Kapasitas baterai menjadi komponen biaya terbesar.
PLTS hybrid
PLTS hybrid memakai inverter hybrid yang terhubung ke panel, baterai, dan jaringan PLN sekaligus. Energi siang yang tidak terpakai disimpan di baterai untuk malam hari, dan saat PLN padam sistem beralih ke baterai untuk menjaga beban prioritas tetap menyala.
Setelah ekspor listrik ke PLN tidak lagi dihitung dalam tagihan, sistem hybrid menjadi semakin relevan untuk rumah tangga yang pemakaian puncaknya terjadi pada malam hari, serta untuk bisnis yang membutuhkan cadangan daya, seperti klinik, gudang berpendingin, atau villa.
Cara memilih sistem yang tepat
- Apakah lokasi Anda sudah tersambung jaringan PLN? Jika tidak, pilih off-grid.
- Apakah sebagian besar listrik dipakai pada siang hari? Jika ya, on-grid biasanya paling ekonomis.
- Apakah Anda membutuhkan listrik saat pemadaman atau banyak memakai listrik pada malam hari? Jika ya, pertimbangkan hybrid.
- Sesuaikan kapasitas baterai dengan beban prioritas, bukan seluruh beban, agar investasi tetap efisien.
Lihat simulasi alur listrik ketiga sistem di halaman Solusi PLTS, atau hitung estimasi sistem Anda.
Pertanyaan terkait
Apakah PLTS on-grid bisa ditambah baterai di kemudian hari?
Bisa, tetapi biasanya membutuhkan penggantian ke inverter hybrid atau penambahan inverter baterai (AC-coupled). Jika Anda sudah merencanakan baterai, lebih hemat memakai inverter hybrid sejak awal.
Mana yang lebih hemat, on-grid atau hybrid?
On-grid lebih hemat dari sisi investasi. Hybrid bisa menghasilkan penghematan tagihan lebih besar jika banyak energi siang yang tidak terpakai dan bisa dialihkan ke malam hari, serta memberi nilai tambah berupa cadangan daya saat padam.
